Tampilkan postingan dengan label Kajian Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Maret 2010

Ruth T. McVey - Kemunculan Komunisme Indonesia

Judul: Kemunculan Komunisme Indonesia
Penulis: Ruth T. McVey
Cetakan: Pertama, Desember 2009
Penerbit: Komunitas Bambu
Tebal: xxx + 650 hlm
Ukuran: 14 x 21 cm
Isbn: 979-3731-64-8
Harga: Rp. 198.000

“Satu-satunya buku tentang PKI yang serius, sangat rinci, tanpa prasangka, dan objektif. Saya kagum benar.”
- Ben Anderson, Professor Emeritus Cornell University –



Tak ragu lagi, inilah buku yang harus diperhitungkan sebagai telaah paling mendalam mengenai gerakan komunisme Asia. Secara tajam berhasil mengisahkan PKI (Partai Komunis Indonesia), yang pada awal abad ke-20 menggemparkan peta politik internasional. Kemampuan bahasa dan kecendekiawanan McVey unik ketimbang para sarjana Barat peneliti Indonesia. Terutama kemampuannya dalam mensarikan informasi dari wawancara-wawancara pribadi dengan para anggota dan mantan PKI telah menghasilkan sesuatu yang luarbiasa. McVey tak hanya akrab dengan sejarah kolonial Indonesia, juga tahu seluk-beluk gerakan komunis internasional.
Hasilnya adalah penuturan berimbang yang menguraikan sejarah internal PKI yang penuh warna dan peristiwa penting, juga mengenai hubungan PKI yang rapuh dengan Partai Komunis Belanda, pun dengan Komintern. Klimaks buku ini muncul dalam kisah pemberontakan yang gagal pada 1926/1927, dimana semua maksud dan tujuan pemberontakan itu mengakhiri fase pertama setengah abad sejarah PKI.”
- Harry J. Benda, Sejarawan Yale University -

“Kajian yang paling mendalam mengenai PKI hingga 1926–1927, dan memuat banyak bahan tentang gerakan-gerakan politik lainnya pada periode itu, khususnya Sarekat Islam.”
- M.C. Ricklefs, Sejarawan Monash University -

“Karya yang paling berkesan. McVey membawa kita terus-menerus terpesona pada detail yang kaya dalam karyanya.”
- Donald Hindley, Ahli Politik Brandeis University –

“Ditulis dengan cermat, disajikan dengan gamblang dan didokumentasikan secara luas, buku ini merupakan karya cendekia yang brilian.”
- Gerald. S. Maryanov, Ahli Politik Northern Illinois University -

“Karya yang memiliki otoritas besar dan tak ada keraguan sedikit pun akan kekuatan buku ini.”
- J.D. Legge, Sejarawan Monash university -

Baca lanjutannya »»

Minggu, 28 Februari 2010

Trilogi : Lekra Tak Membakar Buku

Fenomena buku yg dibredel atau dilarang beredar di negeri ini, bagi saya adalah sebuah pengkerdilan otak dan pembodohan bagi rakyat mengingat apa yg menjadi dasar pelarangan sering kali dg alasan yg tidak jelas dan motif ketakutan rezim akan pemikiran-pemikiran yg radikal sangat dominan, terutama untuk buku yg satu ini hanya sempat bertahan 2 hari saja di toko buku selanjutnya begitu saja raib setelah adanya pelarangan dari Kejagung RI dg alasan mengganggu ketertiban umum (konyol). Buku dg judul Lekra tak Membakar Buku Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 7950-1965 tulisan Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan ini...

merupakan buku dg nuansa sejarah yg kental dan terkesan sebagai buku putih namun demikian bagi saya buku ini bukanlah sebuah pleidoi buta terhadap Lekra. Ia adalah ikhtiar yg memberi kesempatan bagi mereka untuk berbicara apa sesungguhnya yang telah mereka lakukan semasa kurun 15 tahun yang bergemuruh. Terlepas dari hubungan atau kesamaan ideologinya dengan PKI, sepanjang 1950-1965, adalah sebuah fakta sejarah bahwa Lekra menjadi wadah bagi berkumpulnya para seniman dan cendekiawan, bahkan politikus, pada masa itu. Kegiatan dan aktivitasnya bukan hanya mendapat perhatian dari petinggi Republik, tapi juga seniman dan pemimpin di negara sahabat. Fakta sejarah seharusnya bisa dibuka secara berimbang (tidak hanya satu versi) dg tujuan agar masyarakat tidak berat sebelah dalam memahami peristiwa sejarah yg menjadi dasar pendewasaan dan kemajuan pemikiran bangsa ini. Bagi saya terlepas dari pandangan mengganggu ketertiban umum, buku ini adalah dokumen sejarah yang disusun anak muda generasi sekarang dengan semangat ilmu pengetahuan dan keseriusan di atas rata-rata serta merupakan salah satu kesimpulan riset sejarah sebagai sebuah fakta sejarah, yang kemudian dibukukan. Dua buku lain dalam Trilogi ini yaitu : Gugur Merah dan Laporan Dari Bawah. (angel)

Download : -Lekra Tak Membakar Buku- sebuah kutipan dari A. Khohar Ibrahim
(thx to : www.classicstudio.files.wordpress.com)

Baca lanjutannya »»

Selasa, 16 Februari 2010

Dalih Pembunuhan Massal - Jhon Roosa

Kejagung Larang Lima Buku Beredar
Rabu, 23 Desember 2009 19:18 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Kejaksaan Agung (Kejagung) selama 2009 telah melakukan penelitian terhadap lima buku yang kesimpulannya harus dilarang beredar, kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Marwan Effendy di Jakarta, Rabu.
Kelima buku yang dilarang beredar itu, yakni, "Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto" karangan John Rosa, dan"Suara Gereja bagi Umat Tertindas Penderitaan, Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri" karangan Cocratez Sofyan Yoman.
Kemudian, buku yang berjudul "Lekra Tak Membakar Buku Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965" karangan Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan; "Enam Jalan Menuju Tuhan" karangan Darmawan MM, dan "Mengungkap Misteri Keberagaman Agama" karangan Syahrudin Ahmad.


Pengen baca salah satunya???...Download aja bukunya "Dalih Pembunuhan Massal"

Baca lanjutannya »»